Karena apa?
Karena saya masih tetap belum bisa kontrol emosi saya. Emosi dalam hal ini bukan yang meledak-ledak saya marah-marah juga sih. Saya masih tetap seperti yang dulu. Yang energinya habis kalau terus-terusan bertemu & diharuskan talkative dengan orang. Yang biasa menutup diri, tidak mau berkomunikasi dengan orang kalau kecapekan, tidak mau diganggu, bahkan sampai menangis kalau kebutuhan "menyendiri"nya tidak terpenuhi dengan baik. Yang selalu merasa terintimidasi kalau harus berkenalan dengan orang, memulai percakapan baru dengan orang baru.
Dan juga karena saya yang umurnya udah segini tapi pengetahuannya masih kosong. Padahal kurang lebih 2,5 tahun lagi saya sudah harus bisa mandiri menghidupi diri saya sendiri, dan 'menghidupkan' pasien saya, dari otak saya ini. Mau jadi apa saya kalau sekarang masih kosong begini. Saya lelah terus-terusan bodoh. Bertingkah di luarnya bahagia dan baik-baik saja tapi didalam miris karena kosong. Kosong tapi nyaring bunyinya. Bacot sana-sini. Kayak sekarang ini.
Jadi jangan ingatkan saya kalau saya bertambah tua, apalagi mengucapkan selamat. Saya tau. Dan saya tidak suka.
No comments:
Post a Comment