I think writing is the most right
thing to do. I regularly kept my personal diaries in the past, which never
succeeded being a personal-secret-diaries longer than a week bcs ya kalo ngga
dibaca sama kakak ya sama mbak yang momong aku terus mereka ketawa ketiwi gt
baca tulisannya. And year has changed so i moved to blog. Its not that im good
at writing or i want to be some kind of a blogger. I dont recommend people
either to read my blog. Writing is kinda therapy for me, after bad days, even
on good days. Also by writing I can remember how things made me feel on certain
day or places. Jadi in a year or so, I
can see how I’ve developed myself as a person and I can evaluate myself so that
I can be better next time. Jadi ya kalau kalian ngomongin ngapain sih lo na
curhat-curhat gt di blog. Ya. Terserah sih mulut mulut kalian. Ehe.
Anyway. for the past month i’ve
tried being a Lacto-ovo-vegetarian. What is it the lacto-ovo-vegetarian? Firsty
first, vegetarian is someone who consumes a diet consisting mostly of
plant-based foods, including fruits, vegetables, legumes, nuts, seeds and
grains. And there are 4 main types of vegetarian diets : (1) a vegan doesnt eat
any animal product, including meat, fish, poultry, eggs and dairy products; (2)
an ovo-vegetarian, who eats eggs but no dairy products, meat, poultry, or
seafood; (3) a lacto vegetarian eats dairy products but not eggs, meat, poultry
or seafood; and the last is what ive been trying to do (4) a
lacto-ovo-vegetarian diets. Who consuming dairy products and eggs but no meat,
poultry and seafood (taken from American Journal of Lifestyle Medicine, written
by Kate Marsh, Bsc, MnutrDiet, PhD., Carol Zeuschner, Bsc, Msc, and Angela
Saunders, BS, MA, titled Health Implications of a Vegetarian Diet : A Review).
Na bukannya lo pernah bilang lo
against vegan ya?
I did. Well here’s the story. I dont
know though but im starting to think that i have enough meat and chicken. Nih
ya. Hidup di jogja dengan ngekos tanpa orang tua bikin makan jadi ambil yang
enak-enaknya aja. Satu hari yang bikin saya jadi berpikiran untuk mulai
menjalani diet Lacto-ovo-vegan, sehari itu saya makan tiga kali sehari dan
semuanya sama menunya dari ayam, lalu jajan streetfood bahan ayam lagi, dan
kemudian di malam harinya saya entah gimana datang motivasinya apakah ini
pertanda dari Tuhan but i read journal about antibiotic residue in meat. Intinya
di produk peternakan itu tidak sedikit yang memakai antibiotika sebagai terapi
ataupun imbuhan pakan jadi bisa meningkatkan produksi ternak & bisa kejar
target sesuai yang diinginkan peternak. Namun kan kalau si pemberian antibiotik
ini tidak beraturan bisa menyebabkan residu di jaringan atau organ hewan, dan
residu ini bahaya buat kesehatan si pengkonsumsi. Entah bisa reaksi alergi, peningkatan
kepekaan, sampai reaksi resistensi gara gara konsumsi si daging yang mengandung
residu antibiotik ini dalam jangka waktu yang lama, meskipun seberapapun
rendahnya konsentrasi di antibiotik ini. Saya kurang paham juga sih tentang
distribusi bahan daging di negara saya ini seperti apa, apakah sudah dianalisis untuk pemeriksaan residu segala cara atau tidak, sebelum didistribusikan ke
masyarakat, jadi saya kinda have a doubt buat konsumsi daging.
Dan rasanya kalau saya ngga mulai
untuk tegas saya mau diet begini, kayaknya saya ngga bisa lepas dari daging dan
ayam sih, karena jujur meats are my favorite. Bahkan saya kadang merasa kalo
udah lama ngga makan daging berasa lemes. Me and my dad share the same thought
though hahaha. dan sekarang setelah kurang lebih sebulan ngga makan daging, ternyata saya baik-baik saja dan ngga terlalu craving for meat sih.
Lalu kenapa dulu saya against
vegan? Entah ya tapi dulu itu lagi banyak-banyaknya postingan di social media,
gembar gembor tentang bahayanya makan produk hewani which is not all true. And
also they are adding some of how animals are being treated badly, how farms are
exploitating animals to fulfill our needs, so thats how we should be a vegan. Maybe
some of farm did that but not all of them. Intinya mereka itu terlalu menuntut
animal rights. Its not that i support animal exploitation or animal abuse
though. Ya sama ajalah kayak konsep konservasi yang tiap orang beda-beda, ada
yang seharusnya mereka being free in their natural habitats, atau ada juga yang
mendukung untuk konservasi insitu selama animal welfare (the five freedom)nya
jalan. Sama juga kayak konsep animal rights di farming, untuk tiap pikiran orang. Some of them (the vegans
who write article that i read) think that those farm animals are should be free
in their natural habitats, that we should not interfere their life gt deh. Mana
ada yang lebih judgemental lagi, bahwa kita-kita ini yang masih makan daging is
non other than a murderer. Wow serem. Saya penganut yang kedua sih, the animal
welfare one. Jd true reason kenapa memilih untuk tidak makan daging (terutama ayam) sementara waktu ini yha karena health issues ajasih. Tidak menutup kemungkinan nantinya saya stop lacto-ovo-vegan juga. Mungkin saja health issues yg saya tau sekarang mengalami perkembangan baik. Ye ga.
Begitu
ceritanya.
Sudah segitu saja.
Wassalamualaikum.