Friday, March 2, 2018

Yang kedua,


Lanjutan dari 2 Bulan Pertama di 2018

Yang kedua, saya baru nonton film bagus. Film yang ketika saya sudah keluar studio, saya masih dibuatnya berpikir. Film ini sedikit banyak, i could relate some of the story with mine, my story a couple years ago when i was still in the same age with the main character on this film. Jadi film ini ceritanya tentang yha whole lifenya seorang anak perempuan setingkat SMA yang rebel, dan punya mimpi untuk kuliah di luar kota tempat tinggal asalnya no matter what, tapi ditentang dan dicibir ibunya. Ibunya ini sifatnya pesimistik sekali sih, ga percayaan dengan kemampuan anaknya sendiri. Underestimate. Sangat hemat sekali. Hummmm mirip siapa ya. Ya mirip ibu-ibu pada umumnya. No offense ya, Bu Rini. Dan hidup main character (anak SMA perempuan) ini lingkungannya religius, dengan ibu yang, well, a lil bit strict (ga juga sih dibandingkan dengan ibu saya). Lalu bagaimana si pemeran utama ini mendapatkan apa yang dia inginkan, untuk tinggal merantau. Wah major spoiler sekali saya ini ya. Tak sedikit pula bikin aku seperti bercermin, meringis ketika ada satu part scene film dimana main character nya ngangkat-ngangkat banyak koper dari tangga bawah tanah stasiun, dan seketika rasanya kayak flashback. Saya menggeret-geret 2 koper raksasa ngelewatin tangga bawah tanah Stasiun Tugu, dengan percaya dirinya, tanpa menyewa porter karena merasa muda dan bisa. Hahaha. Tak sedikit pula aku berdecak kesal, berasa “Sial kenapa saya dulu bisa berpikiran kayak gitu juga ya dulu”. But with no regret sih. Ya karena hidup itu semuanya tentang berproses.

No comments:

Post a Comment