Lanjutan dari 2 Bulan Pertama di 2018
Yang kedua, saya baru nonton film bagus. Film
yang ketika saya sudah keluar studio, saya masih dibuatnya berpikir. Film ini
sedikit banyak, i could relate some of the story with mine, my story a couple
years ago when i was still in the same age with the main character on this
film. Jadi film ini ceritanya tentang yha whole lifenya seorang anak perempuan
setingkat SMA yang rebel, dan punya mimpi untuk kuliah di luar kota tempat
tinggal asalnya no matter what, tapi ditentang dan dicibir ibunya. Ibunya ini
sifatnya pesimistik sekali sih, ga percayaan dengan kemampuan anaknya sendiri.
Underestimate. Sangat hemat sekali. Hummmm mirip siapa ya. Ya mirip ibu-ibu
pada umumnya. No offense ya, Bu Rini. Dan hidup main character (anak SMA
perempuan) ini lingkungannya religius, dengan ibu yang, well, a lil bit strict
(ga juga sih dibandingkan dengan ibu saya). Lalu bagaimana si pemeran utama ini
mendapatkan apa yang dia inginkan, untuk tinggal merantau. Wah major spoiler
sekali saya ini ya. Tak sedikit pula bikin aku seperti bercermin, meringis
ketika ada satu part scene film dimana main character nya ngangkat-ngangkat
banyak koper dari tangga bawah tanah stasiun, dan seketika rasanya kayak
flashback. Saya menggeret-geret 2 koper raksasa ngelewatin tangga bawah tanah
Stasiun Tugu, dengan percaya dirinya, tanpa menyewa porter karena merasa muda
dan bisa. Hahaha. Tak sedikit pula aku berdecak kesal, berasa “Sial kenapa saya
dulu bisa berpikiran kayak gitu juga ya dulu”. But with no regret sih. Ya
karena hidup itu semuanya tentang berproses.
No comments:
Post a Comment