Thursday, July 27, 2017

Having a talk with a "friend" that i barely talk for years

It is that afternoon i went to cinema with that friend, watching my one and only darling on the screen playing war that is endless, feeling tense throughout the film bcs the neverending war, shotgun here and there. After that me and that friend went to a bookstore across the street next to cinema. While looking around romance novel that i want, we talked about things going on our life. This friend, that friend. Also our thought, about how relationship should be works, youth, dreamjob that i want, whats going on his campuslife, also mine, religion too. I am quite surprised i met this friend that is surprisingly religious. I mean. Its quite charming though. I meaaaann terharu aja gitu ternyata saya masih punya teman laki yang bener. Jaman sekarang, di jaman saya dan di lingkungan saya ini, entah saya aja yang terlalu bodoh untuk memilih lingkungan, susah loh untuk nemuin teman laki-laki yang ternyata 2 jam sebelum nonton lagi nongkrong di masjid, baca Al Quran. Mashaallah. Kagum sih saya. Karena selama ini saya cuman nemuin aja gt orang orang yang liberal, bahkan sering yang simply masih belum nemu urgensinya dalam menjalankan ibadah 5 waktu di agama saya. Saya bukannya lagi mengkritisi mereka sih, krn saya akuin sayapun masih sering kelewat toleransi sama agama, pikirannya masih terlalu liberal. Aduh ini jd ngomongin agama gini ya. Iyasih saya lagi bener bener mikir tentang hal ini. Berhubung saya juga pagi tadi habis dari kajian, iya saya ginigini, meskipun jarang, tapi masih ikut kajian religi biar menjaga otak saya tetap waras, yang mana ada quotes dari pengkajinya,

"mereka yang memegang teguh prinsip agama itu layaknya memegang bara api di telapak tangan."

Intinya berat banget karena saking banyaknya maksiat di sekeliling. Dan saya rasa bener banget karena ini yang saya rasa sekarang. Jujur jadi salut banget sama teman saya ini dan jujur kagum parahh mashaallah. Dahsih gt aja. Dan dari resolusi saya sebelum ini, yang sudah saya lakukan hari ini sama dia, melahirkan resolusi selanjutnya karena this little talk with that friend. I sincerely thank him.

No comments:

Post a Comment