Sunday, April 30, 2017

Me being Lacto-ovo vegan

I think writing is the most right thing to do. I regularly kept my personal diaries in the past, which never succeeded being a personal-secret-diaries longer than a week bcs ya kalo ngga dibaca sama kakak ya sama mbak yang momong aku terus mereka ketawa ketiwi gt baca tulisannya. And year has changed so i moved to blog. Its not that im good at writing or i want to be some kind of a blogger. I dont recommend people either to read my blog. Writing is kinda therapy for me, after bad days, even on good days. Also by writing I can remember how things made me feel on certain day or places. Jadi in a year or so, I can see how I’ve developed myself as a person and I can evaluate myself so that I can be better next time. Jadi ya kalau kalian ngomongin ngapain sih lo na curhat-curhat gt di blog. Ya. Terserah sih mulut mulut kalian. Ehe.

Anyway. for the past month i’ve tried being a Lacto-ovo-vegetarian. What is it the lacto-ovo-vegetarian? Firsty first, vegetarian is someone who consumes a diet consisting mostly of plant-based foods, including fruits, vegetables, legumes, nuts, seeds and grains. And there are 4 main types of vegetarian diets : (1) a vegan doesnt eat any animal product, including meat, fish, poultry, eggs and dairy products; (2) an ovo-vegetarian, who eats eggs but no dairy products, meat, poultry, or seafood; (3) a lacto vegetarian eats dairy products but not eggs, meat, poultry or seafood; and the last is what ive been trying to do (4) a lacto-ovo-vegetarian diets. Who consuming dairy products and eggs but no meat, poultry and seafood (taken from American Journal of Lifestyle Medicine, written by Kate Marsh, Bsc, MnutrDiet, PhD., Carol Zeuschner, Bsc, Msc, and Angela Saunders, BS, MA, titled Health Implications of a Vegetarian Diet : A Review).

Na bukannya lo pernah bilang lo against vegan ya?

I did. Well here’s the story. I dont know though but im starting to think that i have enough meat and chicken. Nih ya. Hidup di jogja dengan ngekos tanpa orang tua bikin makan jadi ambil yang enak-enaknya aja. Satu hari yang bikin saya jadi berpikiran untuk mulai menjalani diet Lacto-ovo-vegan, sehari itu saya makan tiga kali sehari dan semuanya sama menunya dari ayam, lalu jajan streetfood bahan ayam lagi, dan kemudian di malam harinya saya entah gimana datang motivasinya apakah ini pertanda dari Tuhan but i read journal about antibiotic residue in meat. Intinya di produk peternakan itu tidak sedikit yang memakai antibiotika sebagai terapi ataupun imbuhan pakan jadi bisa meningkatkan produksi ternak & bisa kejar target sesuai yang diinginkan peternak. Namun kan kalau si pemberian antibiotik ini tidak beraturan bisa menyebabkan residu di jaringan atau organ hewan, dan residu ini bahaya buat kesehatan si pengkonsumsi. Entah bisa reaksi alergi, peningkatan kepekaan, sampai reaksi resistensi gara gara konsumsi si daging yang mengandung residu antibiotik ini dalam jangka waktu yang lama, meskipun seberapapun rendahnya konsentrasi di antibiotik ini. Saya kurang paham juga sih tentang distribusi bahan daging di negara saya ini seperti apa, apakah sudah dianalisis untuk pemeriksaan residu segala cara atau tidak, sebelum didistribusikan ke masyarakat, jadi saya kinda have a doubt buat konsumsi daging.

Dan rasanya kalau saya ngga mulai untuk tegas saya mau diet begini, kayaknya saya ngga bisa lepas dari daging dan ayam sih, karena jujur meats are my favorite. Bahkan saya kadang merasa kalo udah lama ngga makan daging berasa lemes. Me and my dad share the same thought though hahaha. dan sekarang setelah kurang lebih sebulan ngga makan daging, ternyata saya baik-baik saja dan ngga terlalu craving for meat sih. 

Lalu kenapa dulu saya against vegan? Entah ya tapi dulu itu lagi banyak-banyaknya postingan di social media, gembar gembor tentang bahayanya makan produk hewani which is not all true. And also they are adding some of how animals are being treated badly, how farms are exploitating animals to fulfill our needs, so thats how we should be a vegan. Maybe some of farm did that but not all of them. Intinya mereka itu terlalu menuntut animal rights. Its not that i support animal exploitation or animal abuse though. Ya sama ajalah kayak konsep konservasi yang tiap orang beda-beda, ada yang seharusnya mereka being free in their natural habitats, atau ada juga yang mendukung untuk konservasi insitu selama animal welfare (the five freedom)nya jalan. Sama juga kayak konsep animal rights di farming, untuk tiap pikiran orang. Some of them (the vegans who write article that i read) think that those farm animals are should be free in their natural habitats, that we should not interfere their life gt deh. Mana ada yang lebih judgemental lagi, bahwa kita-kita ini yang masih makan daging is non other than a murderer. Wow serem. Saya penganut yang kedua sih, the animal welfare one. Jd true reason kenapa memilih untuk tidak makan daging (terutama ayam) sementara waktu ini yha karena health issues ajasih. Tidak menutup kemungkinan nantinya saya stop lacto-ovo-vegan juga. Mungkin saja health issues yg saya tau sekarang mengalami perkembangan baik. Ye ga.

Begitu ceritanya. 

Sudah segitu saja. Wassalamualaikum.  

No comments:

Post a Comment